-n_m-

  • mig33.com
  • mail.yahoo.com
  • yahoo.com
  • friendster.com
  • facebook.com

06/06/09

gunung ciremai

Gunung Ceremai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Gunung Ceremai dari arah Cigugur, Kuningan

Gunung Ceremai (seringkali secara salah kaprah dinamakan "Ciremai") secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53' 30" LS dan 108° 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut.

Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.

Kini G. Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.

Nama gunung ini berasal dari kata cereme (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai, suatu gejala hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan yang menggunakan awalan 'ci-' untuk penamaan tempat.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Vulkanologi dan geologi

Gunung Ceremai termasuk gunungapi Kuarter aktif, tipe A (yakni, gunungapi magmatik yang masih aktif semenjak tahun 1600), dan berbentuk strato. Gunung ini merupakan gunungapi soliter, yang dipisahkan oleh Zona Sesar Cilacap – Kuningan dari kelompok gunungapi Jawa Barat bagian timur (yakni deretan Gunung Galunggung, Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Gunung Patuha hingga Gunung Tangkuban Perahu) yang terletak pada Zona Bandung.

Ceremai merupakan gunungapi generasi ketiga. Generasi pertama ialah suatu gunungapi Plistosen yang terletak di sebelah G. Ceremai, sebagai lanjutan vulkanisma Plio-Plistosen di atas batuan Tersier. Vulkanisma generasi kedua adalah Gunung Gegerhalang, yang sebelum runtuh membentuk Kaldera Gegerhalang. Dan vulkanisma generasi ketiga pada kala Holosen berupa G. Ceremai yang tumbuh di sisi utara Kaldera Gegerhalang, yang diperkirakan terjadi pada sekitar 7.000 tahun yang lalu (Situmorang 1991).

Letusan G. Ceremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Letusan uap belerang serta tembusan fumarola baru di dinding kawah pusat terjadi tahun 1917 dan 1924. Pada 24 Juni 1937 – 7 Januari 1938 terjadi letusan freatik di kawah pusat dan celah radial. Sebaran abu mencapai daerah seluas 52,500 km bujursangkar (Kusumadinata, 1971). Pada tahun 1947, 1955 dan 1973 terjadi gempa tektonik yang melanda daerah baratdaya G. Ciremai, yang diduga berkaitan dengan struktur sesar berarah tenggara – barat laut. Kejadian gempa yang merusak sejumlah bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat G. Ceremai terjadi tahun 1990 dan tahun 2001. Getarannya terasa hingga Desa Cilimus di timur G. Ceremai.

[sunting] Jalur pendakian

Puncak gunung Ceremai dapat dicapai melalui banyak jalur pendakian. Akan tetapi yang populer dan mudah diakses adalah melalui Desa Palutungan dan Desa Linggarjati di Kab. Kuningan, dan Desa Apuy di Kab. Majalengka. Satu lagi jalur pendakian yang jarang digunakan ialah melalui Desa Padabeunghar di perbatasan Kuningan dengan Majalengka di utara. Di kota Kuningan terdapat kelompok pecinta alam "Akar (Aktivitas Anak Rimba)" yang dapat membantu menyediakan berbagai informasi dan pemanduan mengenai pendakian Gunung Ceremai.

[sunting] Keanekaragaman hayati

[sunting] Vegetasi

Hutan-hutan yang masih alami di Gunung Ceremai tinggal lagi di bagian atas. Di sebelah bawah, terutama di wilayah yang pada masa lalu dikelola sebagai kawasan hutan produksi Perum Perhutani, hutan-hutan ini telah diubah menjadi hutan pinus (Pinus merkusii), atau semak belukar, yang terbentuk akibat kebakaran berulang-ulang dan penggembalaan. Kini, sebagian besar hutan-hutan di bawah ketinggian … m dpl. dikelola dalam bentuk wanatani (agroforest) oleh masyarakat setempat.

Sebagaimana lazimnya di pegunungan di Jawa, semakin seseorang mendaki ke atas di Gunung Ciremai ini dijumpai berturut-turut tipe-tipe hutan pegunungan bawah (submontane forest), hutan pegunungan atas (montane forest) dan hutan subalpin (subalpine forest), dan kemudian wilayah-wilayah terbuka tak berpohon di sekitar puncak dan kawah.

Lebih jauh, berdasarkan keadaan iklim mikronya, LIPI (2001) membedakan lingkungan Ciremai atas dataran tinggi basah dan dataran tinggi kering. Sebagai contoh, hutan di wilayah Resort Cigugur (jalur Palutungan, bagian selatan gunung) termasuk beriklim mikro basah, dan di Resort Setianegara (sebelah utara jalur Linggarjati) beriklim mikro kering.

Secara umum, jalur-jalur pendakian Palutungan (di bagian selatan Gunung Ciremai), Apuy (barat), dan Linggarjati (timur) berturut-turut dari bawah ke atas akan melalui lahan-lahan pemukiman, ladang dan kebun milik penduduk, hutan tanaman pinus bercampur dengan ladang garapan dalam wilayah hutan (tumpangsari), dan terakhir hutan hujan pegunungan. Sedangkan di jalur Padabeunghar (utara) vegetasi itu ditambah dengan semak belukar yang berasosiasi dengan padang ilalang. Pada keempat jalur pendakian, hutan hujan pegunungannya dapat dibedakan lagi atas tiga tipe yaitu hutan pegunungan bawah, hutan pegunungan atas dan vegetasi subalpin di sekitar kawah. Kecuali vegetasi subalpin yang diduga telah terganggu oleh kebakaran, hutan-hutan hujan pegunungan ini kondisinya masih relatif utuh, hijau dan menampakkan stratifikasi tajuk yang cukup jelas.

[sunting] Margasatwa

Keanekaragaman satwa di Ceremai cukup tinggi. Penelitian kelompok pecinta alam Lawalata IPB di bulan April 2005 mendapatkan 12 spesies amfibia (kodok dan katak), berbagai jenis reptil seperti bunglon, cecak, kadal dan ular, lebih dari 95 spesies burung, dan lebih dari 20 spesies mamalia.

Beberapa jenis satwa itu, di antaranya:

05/06/09

Kampus Dibakar, UKI Akan Tuntut YAI & Polri - news.okezone.com

Kampus Dibakar, UKI Akan Tuntut YAI & Polri - news.okezone.com

Shared via AddThis

TAWURAN UKI VS YAI


Pihak kepolisian Jakarta menemukan senjata api, ketika melakukan penyisiran (sweeping) di kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan kampus YAI, keduanya di Jalan Diponogoro, Jakarta, beberapa saat setelah terjadi tawuran oleh kedua kelompok mahasiswa.

Pejabat Kepolisian setempat, Kamis, mengemukakan, penyisiran dilakukan ke dalam kampus yang kebetulan hanya bersebelahan persil.

Dalam sweeping tersebut petugas menyita sejumlah senjata, termasuk di antaranya senjata api rakitan yang ditengarai akan digunakan lagi untuk aksi tawuran lanjutan.

Senjata api tersebut ditemukan petugas saat penyisiran ke seluruh ruangan serta halaman kampus, selain penemuan narkoba berjenis ganja serta alat penghisap shabu-shabu yang kemudian diamankan Polisi sebagai barang bukti.

Dari sweeping di kampus UKI, empat mahasiswa setempat yang kedapatan tengah berpesta minuman keras juga turut diamankan. Sementara dalam sweeping yang berlangsung di kampus YAI, petugas menyita beberapa batang bambu, botol dan kelereng.

Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Ike Edwin mengatakan, barang bukti yang diamankan merupakan senjata yang digunakan saat aksi tawuran Selasa lalu.

Seluruh barang bukti yang ditemukan itu, kini diamankan di Mapolres Jakarta Pusat, bersamaan dengan keempat mahasiswa UKI yang tertangkap basah tengah berpesta miras.

Dalam insiden yang selalu berulang-ulang itu, polisi belum menetapkan siapa saja tersangka yang terlibat dalam aksi perkelahian massal itu

03/06/09

my first journey
















ini pengalaman pertama guw neg gunung . guw d ajak sama cwo guw dengan anak² HIPAC lainna . HIPAC ntu nama organisasi pencinta alam dari SMK PERGURUAN CIKINI . pertamanya guw juga gag mu ikud , tapi kayakna enag juga . awalnya guw boong ma ortu guw , guw bilangnya mu nge-camp ja ma anak² , abisan kalo guw bilang guw neg gunung pasti gag d bolehin deiy . trus guw ngumpul d PERCIK jam 2 an . bilangnya ce mu brangkad pagi , jatoh²na juga brangkad jam 4an gitu . guw juga lupa kapan neg gunungna . kira² sekitar satu tahun yam lalu . bulan juni or juli laaa .trus nunggu angkodna lama bed dah akh . nyampe² d GPO jam 11 maleman . cpe bed , gila booo , pemandangannya indah bed dah akh . trus kita bakar²an kerang , ikan dan len sebagainya . tapi guw gag ikud ntu , guw bu² duluan . cedi bed . kita naik juga ma anak GPO na juga , teh dede , wanto ato juga kang anto , ka' deden . banyak deiy . trus perjalanan dilanjutkan jam 8an pagi . duh perjalanan jau bed , sarapan cuma sama mi doang . melewati beratus² tanjakan ( emang jalanna tanjakan semua ) , lama bed . kita sampe² di Surya Kencana kira² jam 2 siang . memakan waktu 6 jam an . cwe cuma guw b 3 doang , selebihnya cwo semua . cwe cuma guw , dian , ma teh dede doangk . lama nungguin dian . pas nyampe surya kencana seneng bed dah akh . bagus bgd , terhampar bunga² Edelweis yam bagus . kita foto² deiy . trus kita bikin tenda di SK , deked ma jalanan yam menuju ke puncak . bermalam disitu . semakin malem , semakin dingin . iia yia laa, suhu nya kira ² mencapai 10 derajad . dingin bed kan . tapi satu yam gag bisa dilupakan , melihat bintang² di angkasa . bagus bed . kaya di planetarium tau . indah bgd . terus kita bubu . keesokan paginya , anak² cwo uda brangkad untuk ngeliad sunset . tapi yam cwe²na blakangan . waktu yam ditempuh kira² 1 jam dari SK ke puncak . guw da yam lainnya berangakad jam 6 pagi . nyampe atas kira² jam 7an . anak² cwo uda nungguin d atas . pas uda nyampe atas , bagus bgd pmandangan alamnya . seharusnya kita harus melindungi alam , bukannya merusaknya . trus kita melanjutkan perjalanan turun jam setengah 9an . turun , trus ngeliad kawah nya , serem bgd kalo jato , bisa mati deiy :p . turun melewati tanjakan setan , jalan lagi sampe kandang badak . di kandang badak istirahat sebentar trus ngelanjutin agy perjalanan , jalan terus , jlan terus , jau bed . nyampe kadang batu iia ??? gag apal shelterna ce aq . trus mpe shelter air panas . di situ berendem kaki dulu . trus jalan agy jau bed . melewati shelter² , dan sesampainya di shelter panyangcangan kita istirahad lagi . jalan lagi mpe lewat telaga warna , trus jalan dan akhirnya sampe di MONTANA . cpe bge . sampe² jam 3an . 3 jam an juga . cpe , trus kita jalan lagi sampe warung . kita mamamz , shoping , dan terakhir kita pulang sehabis magrib . nyampe jakarta jam 11 malem . dari kampung rambutan gag ada angkod , akhirnya nyarter deiy . mpe priuk jam 12an . aq bingung mu pulang neg apa . akhirnya tidur di ruma mamed ma opiq . besokannya pulang . betis q serasa BERKONDE :p

01/06/09

Volunteer

Volunteer

"Pecinta Alam identik dengan pelestarian alam, tapi nyatanya? justru bertolak belakang...!!!"



Saat ini keberadaan klub Pecinta alam tumbuh subur di bumi pertiwi ini, seperti jamur dimusim hujan. Dengan kondisi alam yang begitu mendukung kegiatan tersebut. Sebuah usaha positif dalam menyalurkan kegiatan tersebut. Namun terbersit ke khawatiran dengan banyaknya klub/kelompok pecinta alam tersebut. Apalagi bila ke hadiran klub-klub ini tidak diiringi misi dan visi yang jelas dalam organisasinya. Lihat saja gunung-gunung di Indonesia, contohnya Gede-Pangrango. Begitu kotor dan penuh dengan sampah...! Mereka yang menamakan dirinya pecinta alam seharusnya menjadi ujung tombak dalam pelestarian alam ini bukan justru sebaliknya. Makna pecinta alam dewasa ini sudah jauh dari makna yang sebenarnya.
Pecinta Alam bukanlah mereka yang yang telah menggapai atap-atap dunia, bukan mereka yang berhasil melakukan expedisi yang berbahaya, bukan pula mereka yang ahli dalam mendaki. Tapi mereka adalah orang-orang yang mau menjaga kebersihan lingkungan dimana mereka berada.Sudah banyak manusia-manusia yang telah menggapai atap-atap dunia, tapi hanya segelintir orang yang benar-benar sebagai pecinta alam.
Semoga kita termasuk segelintir orang yang peduli dengan alam.








Arti dan makna




Volunteer di TNGP (Taman Nasional Gede-Pangrango)



Panthera
Pondok Halimun - Sukabumi


GPO (Gede-Pangrango Operation)
Gn. Putri, Cipanas- Cianjur


Montana
Anggota
Cibodas - Cianjur


Eagle
Cianjur


Ever Green
Cianjur



Kegiatan









Sukarelawan
Sukarelawan???
Dinamakan sukarelawan atau volunteer karena wadah ini terbentuk bukan untuk mencari keuntungan materi ataupun mendapatkan sanjungan dengan mengatas-namakan bendera Pecinta Alam, LSM dll, tapi didasari rasa peduli dan keinginan untuk menjaga dan ada rasa turut memiliki serta kecintaan terhadap alam serta lingkungan yang begitu indah dan kaya akan keaneka-ragaman hayati yang menjadikan harta yang tak ternilai ini tanpa imbalan atau balas jasa, hanya tergugah oleh bisikan hati nuraninya.
Dari kesadaran itulah maka muncul ide dari sekelompok pemuda untuk turut serta secara nyata menyumbangkan baktinya menjaga agar alam yang sangat berharga itu tetap lestari. Maka dimulailah proses terbentuknya Sukarelawan / Volunteer di Taman Nasional, khususnya dikawasan Taman Nasional Gede-Pangrango (TNGP).Mungkin dalam proses pembentukannya banyak menghadapi kendala-kendala yang sedikit banyak mempengaruhi kinerja, serta mengalami perubahan dan pergeseran visi serta misi seiring dengan perkembangan jaman.:: Back To Top ::

Panthera
Tahun 1991, berdirilah wadah Sukarelawan PANTHERA di Gerbang Selabintana Sukabumi, yang menjadi awal mulanya volunteer di Taman Nasional Gede-Pangrango (TNGP). Setelah itu maka bermunculan organisasi-organisasi sukrelawan di kawasan TNGP ini sesuai dengan pintu masuk ke kawasan ini.
:: Back To Top ::



GPO (Gede-Pangrango Operation)

Tak lama setelah Panthera terbentuk, maka satu tahun kemudian lahirlah sukarelawan GPO (Gede-Pangrango Operation) di Gerbang Gunung Putri pada tahun 1992, yang akan menjadi saudara tua sukarelawan Montana.
:: Back To Top ::

Montana
Dalam rangka merealisasikan peran serta generasi muda dan masyarakat luas pada umumnya, maka dianggap perlu untuk membentuk suatu wadah bagi mereka yang merasa peduli terhadap konservasi sumber daya alam.Karena hal tersebut maka terbentuklah Organisasi Sukarelawan Montana pada tanggal 31 Januari 1993 di Resort Cibodas, Taman Nasional Gunung Gede - Gunung Pangrango. Nama Montana sendiri diambil dari salah satu zona vegetasi yang terdapat di Taman Nasional ini, yaitu Sub Montana, Montana, dan Sub Alpin.Montana adalah wadah bagi para anggotanya untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan serta sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan.Dalam salah satu kegiatannya, Montana bertujuan untuk ikut serta secara aktif membantu kelancaran tugas dan fungsi Jagawa (Penjaga Hutan) serta staff kantor Taman Nasional Gunung Gede - Pangrango. Ruang kerja Sukarelawan Montana sehari-hari pada resort Cibodas, seperti : Penyuluhan pengunjung, Operasi Bersih, Patroli rutin, dan evakuasi penyelamatan pengunjung. Sementara untuk ruang kerja dengan staff kantor Taman Nasional Gunung Gede Pangrango lebih banyak ditangani bersama dalam wadah Sekretariat Bersama Sukarelawan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.Keanggotaan Sukarelawan Montana terdiri dari berbagai wilayah, seperti : Cianjur, Cianjur, Bogor, Bandung, jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Juga terdiri dari latar belakang yang berbeda-beda, baik itu Sarjana, Mahasiswa, Pelajar, Pekerja, ataupun pengangguran. Keheterogenan ini yang mendukung setiap gerak dan langkah Montana. Seperti halnya tentang zona vegetasi Montana yang sangat heterogen dengan kekayaan flora dan fauna yang yang beraneka ragam.Montana adalah organisasi sukarelawan yang berusaha mendukung program-program pemerintah dalam pelestarian sumberdaya alam. Khususnya mendukung program dan misi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
:: Back To Top ::


Kegiatan
Adapun tugas dan kewajiban dari sukarelawan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango adalah Selain kegiatan rutin berupa check packing / pemeriksaan barang bawaan , pengarahan kepada para pengunjung/wisatawan dan pendaki, mengadakan patroli tapal batas bersama Jagawana, operasi bersih.Kegiatan sukarelawan lainya adalah, mengadakan pelatihan pemanduan, pelatihan keterampuilan anggota-anggotanya berupa tali-temali, P3K, navigasi, SAR, evakuasi. Mengumpulkan data-data flora dan fauna di TNGP, Konservasi kawasan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan, dan lain.lain.
Pelatihan untuk para anggotanya dalam ranggka meningkatkan SDM.
Mengadakan kampanye dan penyuluhan terhadap masyarakat tentang lingkungan.
Melakukan kegiatan Patroli tapal batas bersama Jagawana TNGP



Mendiskusikan agenda kegiatan yang dilakukan

:
Anggota Montana

Nama Anggota
Nama Lengkap
Keterangan
Alamat
1
Mt.001.1993.Pendiri
Dzikron
* Mantan Ketua
Jakarta
2
Mt.002.1993.Pendiri
Asep Sa'adullah

Cipanas
3
Mt.003.1993.Pendiri
Achmad Zaini Takbir

Cianjur
4
Mt.004.1993.
Sarifudin Syarif

Cipanas
5
Mt.005.1993.
Rosyati

Cipanas
6
Mt.006.1993.
Rini Susanti

Cianjur
7
Mt.007.1993.Pendiri
Lukman Hakim

Cipanas
8
Mt.008.1993.Pendiri
Apip Zaelani

Cipanas
9
Mt.009.1993.
Rita

Cipanas
10
Mt.010.1993..
Artahadi

Cipanas





11
Mt.012.1994.
Yochke

Cipanas
12
Mt.013.1994.
Asep Supriatna

Cipanas
13
Mt.014.1994.
Ramdhan Gunawan

Cipanas
14
Mt.015.1994.
Wahyu Kenken Suhendar

Cipanas
15
Mt.016.1994.
H. Arief Syarifudin

Cipanas
16
Mt.017.1994.
Roedy Atep Tendean

Cipanas
17
Mt.018.1994.
Herry Suparman

Cipanas
18
Mt.019.1994.
D. Syamsudin

Cipanas
19
Mt.020.1994.
Dian Hadian

Cipanas
20
Mt.021.1994.
Yuan Bennito
* Mantan Ketua
Cipanas





21
Mt.022.1996.
Andri Kusumah.K

Cipanas
22
Mt.023.1996.
Dayat Hidayat
Ketua tahun 2006
Cipanas
23
Mt.024.1996.
Eva Lativa

Jakarta
24
Mt.025.1996.
Herry Trijoko

Semarang
25
Mt.026.1996.
Nano Putra Mardini S
* Mantan Ketua
Cianjur
26
Mt.027.1996.
Syaiful Al Azhar

Jakarta





27
Mt.028.1998.
Aji Erdi Iskandar

Tanggerang
28
Mt.029.1998.
Erdi Aprianto

Jakarta
29
Mt.030.1998.
Firdaus Abadi

Jakarta
30
Mt.031.1998.
M. Jio Jimmy

Jakarta
31
Mt.032.1998.
Taufik Irawan

Jakarta
32
Mt.033.1998.
Tri Agung

Jakarta
33
Mt.034.1998.
Ageng Priyanto

Jakarta
34
Mt.035.1998.
Ayi Ma'mun

Cipanas
35
Mt.036.1998.
Betty Rovina Nasrun

Cipanas
36
Mt.037.1998.
Dinny Masyita

Jakarta
37
Mt.038.1998.
Dang Ruslan
* Mantan Ketua
Cipanas
38
Mt.039.1998.
Eko Lesmana

Jakarta
39
Mt.040.1998.
Iwan Ridwanudin

Cipanas
40
Mt.041.1998.
Jimmy

Jakarta
41
Mt.042.1998.
Rahmat Santoso

Jakarta
42
Mt.043.1998.
Suhendra

Cipanas
43
Mt.044.1998.
Siti Nuraeni
* Mantan Ketua
Bandung
44
Mt.045.1998.
Wendy Hartono

Cipanas





45
Mt.046.2000.Kabut Hujan
Asep Nurjat

Cipanas
46
Mt.047.2000.Kabut Hujan
Budi Mulyana

Bogor
47
Mt.048.2000.Kabut Hujan
Epik

Cipanas
48
Mt.049.2000.Kabut Hujan
Ridwan Zaenudin

Cipanas
49
Mt.050.2000.Kabut Hujan
Rahadian Ahmad Firdaus
* Mantan Ketua 2004
Cianjur
50
Mt.051.2000.Kabut Hujan
Yudi Ismail

Cipanas
51
Mt.052.2000.Kabut Hujan
M. Yudo Rezin

Jakarta





52
Mt.053.2002.
Herman Feroliansyah

Jakarta
53
Mt.054.2002.
Kemi Irdian

Bogor
54
Mt.055.2002.
Dang Lili Jajuli

Cipanas





55
Mt.056.2003.Tapak Geger
Denny

Jakarta
56
Mt.057.2003.Tapak Geger
Zull Isnaedi

Cianjur
57
Mt.058.2003.Tapak Geger
Guman Banyu Budiman

Cianjur
58
Mt.059.2003.Tapak Geger
Budi Salut

Jakarta
59
Mt.060.2003.Tapak Geger
Ari Nugroho

Jakarta
60
Mt.061.2003.Tapak Geger
Johny Waluyo

Cipanas
61
Mt.062.2003.Tapak Geger
Ujang Supriyatna

Cipanas
62
Mt.063.2003.Tapak Geger
Dody Supriyadi

Bekasi
63
Mt.064.2003.Tapak Geger
Juanda

Cipanas
64
Mt.065.2003.Tapak Geger
Wahyu Dwi Priyono

Jakarta
:: Back To Top ::

29/05/09

TNGP











Taman NasionalGunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung
Gede Pangrango merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama
kalinya diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Keadaan alamnya yang khas dan
unik, menjadikan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango sebagai salah satu
laboratorium alam yang menarik minat para peneliti sejak lama.
Tercatat pada
tahun 1819, C.G.C. Reinwardt sebagai orang yang pertama yang mendaki Gunung
Gede, kemudian disusul oleh F.W. Junghuhn (1839-1861), J.E. Teysmann (1839),
A.R. Wallace (1861), S.H. Koorders (1890), M. Treub (1891), W.M. van Leeuen
(1911); dan C.G.G.J. van Steenis (1920-1952) telah membuat koleksi tumbuhan
sebagai dasar penyusunan buku “THE MOUNTAIN FLORA OF JAVA” yang diterbitkan
tahun 1972.
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki keanekaragaman
ekosistem yang terdiri dari ekosistem sub-montana, montana, sub-alpin, danau,
rawa, dan savana.

Ekosistem sub-montana dicirikan oleh banyaknya
pohon-pohon yang besar dan tinggi seperti jamuju (Dacrycarpus imbricatus), dan
puspa (Schima walliichii). Sedangkan ekosistem sub-alphin dicirikan oleh adanya
dataran yang ditumbuhi rumput Isachne pangerangensis, bunga eidelweis (Anaphalis
javanica), violet (Viola pilosa), dan cantigi (Vaccinium varingiaefolium).
Satwa primata yang terancam punah dan terdapat di Taman Nasional Gunung
Gede-Pangrango yaitu owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata comata),
dan lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus); dan satwa langka lainnya
seperti macan tutul (Panthera pardus melas), landak Jawa (Hystrix brachyura
brachyura), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), dan musang tenggorokan kuning
(Martes flavigula).
Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango terkenal kaya akan
berbagai jenis burung yaitu sebanyak 251 jenis dari 450 jenis yang terdapat di
Pulau Jawa. Beberapa jenis diantaranya burung langka yaitu elang Jawa (Spizaetus
bartelsi) dan burung hantu (Otus angelinae).
Taman Nasional Gunung
Gede-Pangrango ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977, dan
sebagai Sister Park dengan Taman Negara di Malaysia pada tahun
1995.


Sejarah dan legenda yang merupakan kepercayaan
masyarakat setempat yaitu tentang keberadaan Eyang Suryakencana dan Prabu
Siliwangi di Gunung Gede. Masyarakat percaya bahwa roh Eyang Suryakencana dan
Prabu Siliwangi akan tetap menjaga Gunung Gede agar tidak meletus. Pada saat
tertentu, banyak orang yang masuk ke goa-goa sekitar Gunung Gede untuk semedhi/
bertapa maupun melakukan upacara religius.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik
untuk dikunjungi :Telaga Biru. Danau kecil berukuran lima hektar (1.575 meter
dpl.) terletak 1,5 km dari pintu masuk Cibodas. Danau ini selalu tampak biru
diterpa sinar matahari, karena ditutupi oleh ganggang biru.Air terjun Cibeureum.
Air terjun yang mempunyai ketinggian sekitar 50 meter terletak sekitar 2,8 km
dari Cibodas. Di sekitar air terjun tersebut dapat melihat sejenis lumut merah
yang endemik di Jawa Barat.Air Panas. Terletak sekitar 5,3 km atau 2 jam
perjalanan dari Cibodas.Kandang Batu dan Kandang Badak. Untuk kegiatan berkemah
dan pengamatan tumbuhan/satwa. Berada pada ketinggian 2.220 m. dpl dengan jarak
7,8 km atau 3,5 jam perjalanan dari Cibodas.Puncak dan Kawah Gunung Gede.
Panorama berupa pemandangan matahari terbenam/terbit, hamparan kota
Cianjur-Sukabumi-Bogor terlihat dengan jelas, atraksi geologi yang menarik dan
pengamatan tumbuhan khas sekitar kawah. Di puncak ini terdapat tiga kawah yang
masih aktif dalam satu kompleks yaitu kawah Lanang, Ratu dan Wadon. Berada pada
ketinggian 2.958 m. dpl dengan jarak 9,7 km atau 5 jam perjalanan dari
Cibodas.Alun-alun Suryakencana. Dataran seluas 50 hektar yang ditutupi hamparan
bunga edelweiss. Berada pada ketinggian 2.750 m. dpl dengan jarak 11,8 km atau 6
jam perjalanan dari Cibodas.Gunung Putri dan Selabintana. Berkemah dengan
kapasitas 100-150 orang.
Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d
September.
Cara pencapaian lokasi: Jakarta-Bogor-Cibodas dengan waktu sekitar
2,5 jam (± 100 km) menggunakan mobil, atau Bandung-Cipanas-Cibodas dengan waktu
2 jam (± 89 km), dan Bogor-Selabintana dengan waktu 2 jam (52
km).

Kantor : Jl. Raya Cibodas PO Box 3 SindanglayaCipanas 43253,
Cianjur, Jawa BaratTelp. (0263) 512776; Fax. (0263) 519415E-mail :
tngp@cianjur.wasantara.net.id

Dinyatakan Menteri Pertanian, tahun 1980
seluas 15.000 hektarDitunjuk ----Ditetapkan ----Letak Kab. Bogor, Kab. Cianjur
dan Kab. Sukabumi, Provinsi Jawa Barat
Temperatur udara 5° - 28° CCurah
hujan Rata-rata 3.600 mm/tahunKetinggian tempat 1.000 - 3.000 m. dplLetak
geografis 6°41’ - 6°51’ LS, 106°50’ - 107°02’ BT

souljah - ku ingin kau mati saja

baby we’re good friends for so longkau bilang sayang entah benar atau
bohong bilang rindu and all of your feeling do you really really mean all of those
thing
saat aku akan berikan cintaku you are changing who the hell are you apa
maksudmu hancurkan harapanku are you happy breaking my heart in two
*)demi
dirinya kau biarkan ku menangis demi dirinya kau biarkan ku menanti
**)dan kau
takkan bisa lari karena ku ingin kau mati
Reff :kuingin kau mati saja kuingin
kau pergi sajaku tak akan menunggu tak lagi harapkanmu
Back to Reff
dimalam
ini ku yakinkau bersama orang lain s’mua ucapanmu kini bagai sebuah angin lalu kau
bilang padaku kau butuh diriku tuk disampingmu tapi kenyataannya kau tak ada
disisiku sudah lupakan lupakan saja s’mua cerita yang terjalin terjalin diantara
kita tak sanggup lagi diriku untuk berkata kata karna kuingin kuingin kau mati
saja
Back to *)Back to **)Back to Reff 2x
***)kuingin kau mati saja kuingin
kau pergi saja
Back to ***) 2x
kuingin kau mati saja

27/05/09

soe hok gie

SOE HOK GIE


Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942, adik dari sosiolog Arief Budiman. Catatan harian Gie sejak 4 Maret 1957 sampai dengan 8 Desember 1969 dibukukan tahun 1983 oleh LP3ES ke dalam sebuah buku yang berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran setebal 494 halaman. Gie meninggal di Gunung Semeru sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 — 16 Desember 1969 akibat gas beracun.
Setelah lulus dari SMA Kanisius Gie melanjutkan kuliah ke Universitas Indonesia tahun 1961. Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.
Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.
Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.
Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.
Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:
“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Selanjutnya catatan selama ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.
24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.
Beberapa quote yang diambil dari catatan hariannya Gie:
“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”
“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.”
“Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…”
Selain Catatan Seorang Demonstran, buku lain yang ditulis Soe Hok Gie adalah Zaman Peralihan, Di Bawah Lentera Merah (yang ini saya belum punya) dan Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan serta riset ilmiah DR. John Maxwell Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani.
Tahun depan Mira Lesmana dan Riri Reza bersama Miles Production akan meluncurkan film berjudul “Gie” yang akan diperankan oleh Nicholas Saputra, Sita Nursanti, Wulan Guritno, Lukman Sardi dan Thomas Nawilis. Saat ini sudah memasuki tahap pasca produksi.
John Maxwell berkomentar, “Gie hanya seorang mahasiswa dengan latar belakang yang tidak terlalu hebat. Tapi dia punya kemauan melibatkan diri dalam pergerakan. Dia selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bangsanya. Walaupun meninggal dalam usia muda, dia meninggalkan banyak tulisan. Di antaranya berupa catatan harian dan artikel yang dipublikasikan di koran-koran nasional” ujarnya. “Saya diwawancarai Mira Lesmana (produser Gie) dan Riri Reza (sutradara). Dia datang setelah membaca buku saya. Saya berharap film itu akan sukses. Sebab, jika itu terjadi, orang akan lebih mengenal Soe Hok Gie” tuturnya.

Puisi-puisi Soe Hok Gie

“akhirnya semua akan tibapada suatu hari yang biasapada suatu ketika yang telah lama kita ketahuiapakah kau masih berbicara selembut dahulu?memintaku minum susu dan tidur yang lelap?sambil membenarkan letak leher kemejaku”
(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangikau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi surammeresapi belaian angin yang menjadi dingin)
“apakah kau masih membelaiku semesra dahuluketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”
(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semuakecuali dalam cinta?”
(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)
“manisku, aku akan jalan terusmembawa kenangan-kenangan dan harapan-harapanbersama hidup yang begitu biru”Di bawah ini ada sebuah puisi Gie yang kita tak tahu judulnya. kiranya ada yang tahu, sila lah berbagi info pada kami.
(Puisi Gie)
ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkahada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di mirazatapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucuatau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangiada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danangada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
tapi aku ingin mati di sisimu sayangkusetelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanyatentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu
mari, sini sayangkukalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padakutegakklah ke langit atau awan mendungkita tak pernah menanamkan apa-apa,kita takkan pernah kehilangan apa-apa”